Sabtu, 17 November 2012

Dalam Air Mata Kugapai Cinta-Mu


Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat terjadi pada siapa saja, tidak mengenal jenis kelamin, usia, pendidikan atau latar belakang sosial. KDRT tidak hanya berupa kekerasan fisik yang mengakibatkan cedera pada korbannya, tetapi bisa juga berupa kekerasan psikis yang meninggalkan luka batin yang bisa sangat sulit disembuhkan pada korbannya.
Buku yang berjudul Dari Balik Dinding (Bernama) Luka, yang ditulis oleh Nita Candra dan Dian Ibung ini, bercerita tentang perjuangan para korban KDRT untuk keluar dari penderitaan dan bangkit memulai hidup baru yang lebih aman, nyaman dan tentram.
Tidak seperti beberapa buku referensi yang menuliskan kisah dengan data-data yang tak jarang malah membuat pembacanya harus berpikir keras untuk memahami tulisan tersebut, kisah-kisah yang disajikan dalam buku ini sederhana, mudah dipahami dan langsung ke pokok permasalahan. Selain itu, tidak harus korban sendiri yang bercerita, tetapi bisa juga orang lain, bisa sahabat atau pun orang lain yang mengamati kasus KDRT itu.
Kisah-kisah tragis yang dituliskan tidak memerlukan berlembar-lembar halaman, untuk meraih simpati pembaca. Kisah tragis tidak harus mengucurkan berember-ember air mata kan ? Seperti yang diungkapkan kedua penulisnya didalam sinopsis bukunya : Buku ini penting, bukan hanya bagi mereka yang dirundung duka dalam rumah tangga, tapi bagi kita semua untuk mengenali tindak KDRT yang menimpa teman, saudara, atau mungkin diri kita sendiri.

Judul  : Dari Balik Dinding (Bernama) Luka
Penulis  : Nita Candra dan Dian Ibung
Editor  : Azzura Dayana
Layout  : Novi Khansa'Kreatif
Desain sampul : Tri Widyamaka
Penerbit : PT Lingkar Pena Kreativa
Ukuran  : 20,5 cm
Tebal  : 200 halaman 
Kategori : Non Fiksi/Inspirasional
Terbit  : Oktober 2008



Kamis, 15 November 2012

Jakarta Kenapa Kamu ?


1. Kemacetan Lalu Lintas
"Maaf saya telat, macet sih di jalan." Alasan seperti itu mungkin relevan jika diucapkan 10 tahun lalu. Tapi untuk saat ini, alasan terlambat karena macet sudah menjadi ironi di Jakarta. Setiap perjalanan di Jakarta sudah harus memperhitungkan waktu kemacetan untuk sampai di tujuan.

Untuk mengatasi kemacetan, saat ini sedang dibangun jalan layang non tol ruas Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang. Ada juga pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang konon sudah bisa beroperasi pada tahun 2016.

Apakah proyek-proyek itu bisa mengurai kemacetan akibat jumlah kendaraan yang semakin bertambah? Kita tunggu saja kiprah Gubernur DKI 2012-2017 untuk mengatasinya.
2. Banjir dan Genangan
Banjir dan genangan tetap menjadi momok utama di Jakarta saat musim penghujan tiba. Selain membanjiri rumah warga, volume air yang tak tertampung saluran pembuangan akhirnya menggenangi jalan. Akibatnya macet parah di sejumlah ruas jalan Ibukota.

Daerah Jakarta yang rawan terkena limpahan air antara lain Pondok Labu, Jakarta Selatan. Karena Pondok Labu yang tanahnya lebih rendah seperti cekungan membuat air di Kali Krukut yang melimpah akhirnya membanjiri kawasan tersebut.

30 Oktober 2011 lalu, 239 kepala keluarga (KK) dievakuasi akibat banjir yang melanda perumahan warga di Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Banjir yang melanda kawasan itu cukup tinggi, hingga mencapai 2 meter.

Pada 4 April lalu, sejumlah daerah di Jakarta kembali dilanda banjir. Banjir paling parah di kawasan Jakarta Barat, di mana sebanyak 1.980 warga mengungsi ke tempat yang aman.

Sebenarnya, sejak dulu hingga saat ini Pemprov DKI telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi banjir. Misalnya dengan membangun Banjir Kanal Timur, Banjir Kanal Barat (BKB), dan usaha pengendalian lainnya. Namun banjir masih saja nekat menyambangi Jakarta.

Menurut Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Ubaidillah, banjir di wilayah Ibukota tak harus terjadi mengingat sedikitnya ada 48 situ atau danau yang dimiliki Jakarta. Sayangnya tidak semua kali yang ada dalam kondisi normal. Selain itu kanal yang ada juga masih belum terintegrasi.
3. Tata Ruang Kota
Ketersediaan ruang publik di Jakarta masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan banyaknya ruang komersil. Selain itu ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta pun masih sangat sedikit karena baru terpenuhi 9,8 persen. Padahal dalam UU No 2/2007 tentang Penataan Ruang, setiap wilayah harus memiliki 30 persen ruang terbuka hijau.

Tata ruang kota yang baik sangat penting bagi sebuah kota. Sebab tata kota yang baik juga berkaitan dengan upaya pengendalian banjir. Karena bagaimana pun, pembangunan gedung, pemukiman, dan sebagainya harus memperhatikan adanya daerah resapan air. Maka itu, kawasan RTH yang diubah peruntukannya akan secara langsung berdampak bagi kawasan lain.

Menurut Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo, untuk membuka ruang terbuka hijau di Jakarta dengan besaran 1 persen saja, dibutuhkan lahan sebesar 6 kali luas Monas. Inilah yang membuat penyediaan ruang terbuka hijau di Jakarta sulit diwujudkan jika dibanding daerah lain.
4. Ketersediaan Air Bersih
Air bersih tentu menjadi kebutuhan yang penting bagi masyarakat, tak terkecuali warga Ibukota. Apa jadinya jika masyarakat kesulitan saat akan mencari air untuk minum, makan, maupun mandi. Kekurangan air bersih di Jakarta bahkan belum lama terjadi pada awal September lalu.

Musim kemarau yang melanda Jakarta dan sekitarnya membuat pasokan air ke instalasi pengolahan, terganggu. Warga yang kehabisan air pun terpaksa membeli air pada pedagang keliling.

Yang mengkhawatirkan, Ketua Umum Indonesia Water Institute, Firdaus Ali, beberapa waktu lalu memperkirakan pada 2025 Jakarta akan mengalami defisit 23.720 liter per detik. Pemerintah pun diminta segera mencari sumber-sumber air baru di Jakarta karena ketersediaan air saat ini hanya mampu memasok 2,2 persen dari kebutuhan air bersih warganya.

Beberapa waktu lalu Gubernur DKI 2007-2012, Fauzi Bowo, mengakui ketersediaan air bersih di Jakarta sangatlah terbatas. Sebab sumber air di Jakarta saat ini hanya berasal dari Jatiluhur. Penjernihan air Jatiluhur pun dilakukan agar kebutuhan air bersih warga Jakarta dapat dipenuhi.
5. Polusi Udara
Banyaknya kendaraan di Jakarta adalah menjadi penyebab meningkatnya polusi udara Ibukota. Partikel debu yang meningkat merupakan indikasi meningkatnya polusi udara.

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta menyebut peningkatan partikel debu terjadi setiap Selasa dan Rabu. Hal ini dikarenakan penggunaan kendaraan sangatlah tinggi. Apalagi bila kendaraan bermotor tersebut kurang perawatan.

Yang mengerikan, Jakarta adalah kota ketiga di dunia yang menyumbang polusi udara terbanyak. Dua kota di atas Jakarta adalah Meksiko dan Bangkok. Sektor transportasi menyumbang 70 persen dari total emisi pencemaran oksida mitrogen (NOx). Sedangkan sektor industri menyumbang 70 persen dari total emisi pencemaran sulfur dioksida (SO2).
6. Kemiskinan
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut persentase penduduk miskin di DKI Jakarta berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2012 adalah 3,69 persen.

Dengan angka 3,69 persen maka penduduk miskin di DKI Jakarta pada Maret 2012 adalah 363.020 orang. Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 363.042 orang atau 3,75 persen, maka jumlah penduduk miskin menurun. Meski demikian, kemiskinan di Jakarta tetap harus menjadi perhatian bagi pemimpin Jakarta.
7. Keamanan
Jakarta aman tentunya menjadi impian warga Ibukota. Jakarta tanpa ancaman pemerkosaan, perampokan, tawuran warga, atau masalah terkait premanisme. Di pundak gubernur DKI yang baru, harapan ini digantungkan.

Masih melekat di ingatan kita sejumlah kasus pemerkosaan di dalam angkutan kota. Misalnya saja pemerkosaan yang dialami perempuan 27 tahun di angkot D02 jurusan Ciputat-Pondok Labu.

Pada pertengahan 2012, perampokan dan percobaan pemerkosaan dalam angkot C01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama juga pernah terjadi. Peristiwa itu nyaris saja dialami seorang karyawati berusia 30 tahun. Untungnya teriakan perempuan itu didengar seorang pengendara sepeda motor yang melintas. Kebetulan pula pengendara sepeda motor itu adalah Sersan Dua Nicholas Sandi, anggota Satuan 81 Kopassus Antiteror. Upaya pemerkosaan itu pun digagalkan.

Aksi premanisme pun kerap terjadi. Pada operasi preman yang digelar Maret lalu oleh Polda metro Jaya, 2.179 orang preman terjaring. Di saat yang sama, sejumlah polda juga menggelar operasi serupa. Jumlah preman yang terjaring di wilayah lain jauh lebih kecil. Misalnya saja 272 orang di Lampung, 150 orang di Jawa Timur dan 102 orang di Jawa Tengah.

Tak hanya itu sejumlah kasus perampokan rumah maupun minimarket pun masih menghantui warga Jakarta. Misalnya perampokan pada April lalu yang menimpa  Indomaret yang terletak di Jl Moh Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam aksinya para perampok semoat menodongkan senjata api dan golok ke pegawai toko sebekum menjarah uang dan isi minimarket.

[sumber:detik.news.com]

Buang Puntung Sembarangan


Apakah anda tahu bahwa setiap puntung rokok butuh sepuluh tahun untuk terdaur? Ini pun belum mengingat bahwa bila puntung rokok tersebut terdaur di dalam tanah maka bahan kimia yang terkandung dalam rokok dapat mencemari tanah dan air tanah lingkungan kita.
Diperkirakan kalau produksi rokok di Indonesia untuk tahun 2009 akan mencapai 240 milyar batang. Sebagai gambaran, produksi total rokok dunia pada tahun 2004 saja sudah mencapai 5.5 triliun rokok atau kira-kira 10.5 juta rokok per menit.
Bila volume setiap 20 buah puntung rokok adalah 10 ml maka volume total untuk 5.5 triliun puntung rokok adalah 2,750,000,000 liter. Volume sebanyak ini akan mengisi penuh sekitar 1,100 kolam renang ukuran olimpiade. Bayangkan, itu hanya puntungnya!
Acara pembersihan pantai Ocean Conservancy International pada 2007 melaporkan kalau sampah puntung rokok mencapai 38% dari semua sampah yang terkumpul.
Yayasan No Butts About It yang berlokasi Amerika Serikat memperkirakan bahwa 80% puntung rokok yang dibuang masuk ke dalam saluran got, sistem air, sungai, lalu berakhir di laut.
Untuk Indonesia sendiri, berdasarkan data konsumsi sebanyak 240 milyar rokok, maka puntung rokok yang dihasilkan setiap tahunnya adalah sebanyak 48 kolam renang.
Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok sehingga tidak ada puntung rokok yang terdaur dan dunia bisa menjadi tempat yang lebih indah untuk kita, anak, dan cucu kita kelak.
Luasbumi : luas permukaan 510 juta kilometer persegi
membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk terdaur
luas puntung rokok sekitar : 30 centimeter persegi
untuk menutupi permukaan bumi membutuhkan : 1,7 triliun puntung rokok
dari data-data d atas bisa kita hitung  dalam satu tahun bumi bisa ditutupi olen puntung rokok sebanyak 3 lapis
bila di hubungkan pada waktu daur yg 10 tahun maka bisa tertutupi 32 lapis puntung rokok
berarti bila para pelaku rokok bersikap membuang buang puntung rokok sembarangan ,hanya waktu 1 tahun kita bisa tertutupi puntung rokok 3 lapis. Bahaya buka.......


[sumber: akuinginhijau.org]
[http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi]

Rabu, 31 Oktober 2012

Angkringan


Angkringan ini menyediakan menu-menu khas angkringan seperti nasi kucing (sego kucing), gorengan, tempe-tahu bacem, kepala dan sayap ayam, dan “sundhua’an” alias sate ati/ampela ama usus.

Yang unik dari angkringan ini adalah “originalitas”, angkringan ini penjualnya asli orang Jawa. Selain itu suasana Joglo jawa  terasa sekali disini sehingga pembeli benar2 merasakan angkringan yang serasa di Jogja atau Solo.



Menu Angkringan :
-Nasi Kucing (bandeng, oseng, teri, dll)
-Mie instant Goreng/Rebus
-Aneka Gorengan (mendoan, bakwan, tahu, dll)
-Sate kikiil
-Sate Puyuh
-Sate Usus
-Sate Ati
-Kepala Ayam
-Ceker Ayam
-Jadah Bakar
-Pisang Rebus
-Karak, Rambak

*Rata-rata harga 500 – 5000 rupiah





Menu Minuman
-Teh Hangat
-Es Teh
-Es Jeruk
-Susu
-Jahe Susu
-Kopi
-Kopi Susu

*Rata-rata harga 500 – 3000 rupiah

Alamat : Jl.RTM Depok

Pengunjung : semua kalangan ,mulai dari remaja sampai dewasa

Sabtu, 07 Juli 2012

Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi Beserta Perubahannya

Pertumbuhan ekonomi
§  Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
§  Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
§  Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
§  Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
§  Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
§  Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak


Pembangunan ekonomi
§  Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
§  Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
§  Memperhatikan pertambahan penduduk.
§  Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
§  Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
§  Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.
Pembangunan & Pertumbuhan Ekonomi
Published by Drs. Puji Suharjoko at 10:14 am under Materi Ekonomi Klas XI
PEMBANGUNAN EKONOMI
Pembangunan ekonomi suatu negara/wilayah tidak akan terjadi manakala tidak ditunjang pertumbuhan ekonomi, namun demikian pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi.
PENGERTIAN Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi merupakan usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan kenaikan produk domestik bruto per kapita dengan memperhatikan pertumbuhan jumlah penduduk dengan memperbaiki struktur ekonomi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
TUJUAN Pembangunan Ekonomi
Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dengan sasaran :
1. Meningkatkan persediaan dan pemerataan kebutuhan pokok masyarakat
2. Meningkatkan taraf hidup dengan cara meningkatkan pendapatan, penyediaan lapangan kerja, pemerataan pendidikan, nilai-nilai budaya, dll.
3. Memperluas jangkauan pilihan ekonomi dan sosial dengan membebaskan perbudakan, ketergantungan dan penderitaan
FAKTOR-FAKTOR yang mempengaruhi Pembangunan Ekonomi
1. Faktor-faktor Ekonomi, meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, kewirausahaan dan teknologi (faktor produksi)
2. Faktor Non-Ekonomi, seperti stabilitas ekonomi dan keamanan negara, pelayanan birokrasi yang memihak masyarakat, etos kerja dan kondisi sosial masyarakat.
INDIKATOR pembanguna  Ekonomi
1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, yaitu total produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam 1 tahun
2. Produk Domestik Bruto per Kapita, negara mengusahakan agar PDB per kapita naik secara simultan (terus-menerus) seiring dengan pertumbuhan penduduk
3. Indeks Kualitas Hidup, merupakan merupakan indeks non-ekonomi untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat (Phisical Quality of Life Index). PQLI terdiri atas 3 indikator yaitu kematian bayi, angka harapan hidup, tingkat ‘melek huruf’
4. Indeks Pembangunan Manusia, meliputi indeks gabungan dari indeks harapan hidup, indeks pendidikan, indeks standar hidup yang layak
Masalah yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi
1. Kemiskinan dan ketimpangan pendapatan
2. Pengangguran
3. Tingkat inflasi yang tinggi
4. Kerusakan sumber daya alam
PERTUMBUHAN EKONOMI
Merupakan kenaikan pendapatan nasional tanpa memandang tingkat pertumbuhan penduduk atau ada tidaknya perubahan dalam struktur ekonomi.
TEORI-teori Pertumbuhan Ekonomi
TEORI KLASIK
1. Teori Adam Smith
Ada 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi : (a) pertumbuhan output, meliputi : sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal. (b) pertumbuhan penduduk, menentukan luas pasar dan cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi
2. David Ricardo
Dua faktor yang mempengaruhi, yaitu : (a) terbatasnya luas tanah (b) pertumbuhan penduduk. Toeri ini dikenal dengan nama The Low of Diminishing Returns. Maka untuk keluar dari kondisi semakin menurunnya pertambahan produksi diperlukan  penambahan faktor modal dan pemanfaatan kemajuan teknologi, karena unsur sumber daya alam sulit untuk dikembangkan.
TEORI NEOKLASIK
1. Joseph A. Schumpeter, ia berpendapat bahwa proses pertumbuhan ekonomi elalui inovasi yang dilakukan oleh para wirausahawan
2. Robert Solow, berpendapat pertumbuhan ekonomi tergantung pada penambahan penyediaan faktor produksi dan tingkat kemajuan teknologi
TEORI NEOKEYNES
Dipelopori oleh Roy F. Harrod dan Evsey D. Domar yang merupakan penyempurnaan dari teori dari John Maynard Keynes, mereka menyebutkan adanya pengaruh investasi pada permintaan agregat dan pertumbuhan kapasitas produksi
TEORI WALT WHITMAN ROSTOW
Pembangunan ekonomi melalui 5 tahapan, yaitu (1) masyarakat tradisional (2) Prakondisi untuk lepas landas (3) Lepas landas (4) menuju kedewasaan (5) Era konsumsi tinggi
TEORI KARL BUCHER
Perkembangan ekonomi melalui 4 tahapan , yaitu (1) Produksi untuk kebutuhan sendiri [rumah tangga rumah tangga tertutup] (2) Perekonomian sebagai perluasan pertukaran produk [rumah tangga kota] (3)  Perekonomian nasional [rumah tangga negara] dan (4) Perdagangan antar negara [rumah tangga dunia]
CARA MENGHITUNG LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI
Perekonomian suatu negara mengalami pertumbuhan manakala jumlah produknya meningkat. Nilai total dari produk nasional dalam 1 tahun tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB)
Laju Pertumuhab Ekonomi tahun (t) merupakan hasil dari (PDB tahun t-1 dikurangi PDB tahun t) dibagi PDB tahun t dikalikan 100%
MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs)
Pada September 2000, Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan 189 negara lain, menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York dan menandatangani Deklarasi Milenium yang terdiri 8 tujuan pembangunan pada tahun 2015, yaitu :
1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
2. Pemerataan pendidikan dasar
3. Mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan
4. Mengurangi tingkat kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan ibu
6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS,malaria, dan penyakit lainnya
7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
Sumber :
http://www.babejoko.web.id/2010/10/16/pembanguna-pertumbuhan-ekonomi.php
http://wahyuayunk.blogspot.com/2011/
http://indradwinugroho.blogspot.com/2012/05/pertumbuhan-ekonomi-dan-pembangunan.html 11/perbedaan-pertumbuhan-ekonomi-dan.html

Minggu, 27 November 2011

AL-'ASHR

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN
Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI
 


Ada suatu kerinduan ummat Islam untuk mendapatkan ketentraman dalam beribadah dengan kepastian dan keseragaman waktu beribadah, khususnya dalam mengawali bulan Ramadhan, mengakhirinya dengan Idul Fitri, dan dalam merayakan Idul Adha. Waktu beribadah tersebut ditentukan berdasarkan kalender Hijriyah. Lebih jauh lagi, mungkinkah kalender Hijriyyah bukan hanya digunakan untuk penentuan waktu ibadah tetapi juga digunakan untuk kepentingan administrasi pemerintahan dan transaksi bisnis, sebagaimana kalender masehi? Sangat mungkin kalau 3 prasyarat kalender mapan terpenuhi. Kalender Masehi perlu waktu 19 abad menuju kemapanan. Kalender Hijriyah baru 14 abad.
Sistem kalender yang mapan mensyaratkan tiga hal:
  1. Ada otoritas (penguasa) tunggal yang menetapkannya.
  2. Ada kriteria yang disepakati
  3. Ada batasan wilayah keberlakukan (nasional atau global).
Kita lihat sejarah panjang kelender Masehi (lihat http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/04/28/milenium-dalam-perspektif-matematis-astronomis/ ). Selalu ada otoritas yang menetapkan, termasuk kriterianya. Wilayah keberlakuannya tentu saja sebatas wilayah kekaisaran atau wilayah pengaruh otoritas yang berkuasa. Perhatikan, sistem kalender bergantung pada kriteria.
Dasar kalender Masehi ditetapkan pada 46 SM (sebelum Masehi) oleh Kaisar Julius dengan penasihatnya astronom Sosigense. Ada 3 kriteria yang ditetapkan. Pertama, vernal equinox (awal musim semi, saat malam dan siang sama panjangnya) ditetapkan 25 Maret dengan menjadikan tahun 46 SM lebih panjang 85 hari. Kedua, awal tahun ditetapkan 1 Januari 45 SM. Ke tiga, menetapkan jumlah hari dalam satu tahun 365 hari, kecuali setiap tahun ke empat menjadi tahun kabisat dengan penambahan hari pada bulan Februari. Ketika diketahui ada pergeseran vernal equinox, kriterianya diubah pada 325 M. Vernal equinox ditetapkan menjadi 21 Maret.
Namun ketidakakuratan kriteria menyebabkan vernal equinox terus bergeser.  Pada 1582 vernal equinox sudah bergeser menjadi 11 Maret. Atas saran astronom pula, Paus Gregorius sebagai otoritas tunggal saat itu dalam penetapan kalender mengubah lagi kriteria kalender. Pertama, mengembalikan vernal equinox pada 21 Maret dengan cara menghilangkan 10 hari dari tahun 1582 dengan menetapkan hari Kamis 4 Oktober langsung menjadi hari Jumat 15 Oktober.  Ke dua, rata-rata satu tahun ditetapkan 365,2425 hari. Caranya, tahun kabisat didefinisikan sebagai tahun yang bilangannya habis dibagi empat, kecuali untuk tahun yang angkanya kelipatan 100 harus habis dibagi 400. Dengan aturan tersebut tahun 1700, 1800, dan 1900 bukan lagi dianggap sebagai tahun kabisat. Tahun 2000 adalah tahun kabisat.
Sampai hampir dua abad berikutnya wilayah keberlakuan kalender Masehi dengan kriteria baru masih terbatas hanya di wilayah pengaruh Katolik. Inggris baru menerapkannya pada 1752 dengan melakukan lompatan 2 September langsung menjadi 14 September 1752. Sempat terjadi kekacauan di masyarakat saat itu. Jadi, jangan dikira kalender Masehi mulus-mulus saja dalam penerapannya. Ini menunjukkan bahwa pada kalender Masehi pun perbedaan sempat terjadi dan meresahkan masyarakat. Sebelum perubahan itu, hari Natal di Inggris dan di Roma berbeda 11 hari. Ketika Roma merayakan Natal 25 Desember, di Inggris masih 14 Desember. Sampai awal abad 20 masih ada beberapa negara yang belum menerapkannya, misalnya Rusia baru menerapkan pada 1923. Walau pun demikian, syarat ketiga tentang batas keberlakuan kalender Masehi berhasil ditetapkan dengan kesepakatan garis tanggal internasional pada Oktober 1884. (lihat http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/08/17/perlukah-menggantikan-gmt-dengan-mecca-mean-time/).
Bayangkan, kalender Masehi sampai 19 abad untuk mencapai kemapanan yang bersifat global. Kalender Hijriyah yang baru menapak 14 abad wajar belum mencapai kemapanan sehingga belum bisa dijadikan sistem kalender yang memberi kepastian untuk urusan pemerintahan dan bisnis. Namun, upaya menuju kemapanan seperti itu terus dilakukan. Jangan terlalu jauh dulu mencita-citakan kalender hijriyah global. Mulailah dari yang sudah ada di depan mata kita, kalender hijriyah nasional. Dari 3 prasyarat, sudah ada 2 prasyarat yang terpenuhi, yaitu adanya otoritas tunggal (yaitu Pemerintah yang diwakili Menteri Agama) dan adanya batas wilayah keberlakukan (yaitu wilayah hukum Indonesia). Tinggal selangkah lagi, mengupayakan kesepakatan kriteria. (lihat http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/08/10/menuju-kalender-islam-indonesia-pemersatu-ummat/).
Kalau kita berhasil mencapai kesepakatan kriteria hisab rukyat nasional, maka kita akan mempunyai kalender hijriyah yang memberikan kepastian. ”Kepastian” adalah kunci menjadikan sistem kalender terpakai dalam urusan yang lebih luas, bukan hanya ibadah. Dokumen resmi kenegaraan dan transaksi bisnis pun dapat dilakukan dengan sistem kalender itu. Kalender Hijriyah akan setara dengan kalender Masehi dalam memberikan kepastian.
Mari kita perluas mimpi kita. Kalau kita berhasil menjadikan kalender Hijriyah mapan di Indonesia dengan 3 prasyarat terpenuhi, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, kita bisa menjadikannya sebagai prototipe sistem kalender Hijriyah global yang mapan. Insya-allah, kita dapat menyepakati kriteria yang bersifat global yang ditetapkan oleh suatu otoritas kolektif negara-negara Islam. Batas wilayahnya bukanlah batas wilayah tetap (seperti Garis Tanggal Internasional), tetapi batas wilayah yang dinamis sesuai dengan kemungkinan terlihatnya hilal. Itu mudah ditetapkan berdasarkan kriteria yang disepakati. Saya kira sebelum melewati tahun 1500 H kalender Hijriyah global yang mapan bisa kita wujudkan. Insya-allah.

http://tdjamaluddin.wordpress.com/2011/01/06/kalender-hijriyah-bisa-memberi-kepastian-setara-dengan-kalender-masehi/
http://hijrisanatin.blogspot.com/2010/09/4-bulan-kalender-hijriyah-1431.html

FINO

 
Yamaha Fino Thailand
Berikut Spesifikasi Yamaha FIno :

  1. Engine : 4 motors are rhythm SOHC let off the heat with the air
  2. Cylinder capacity : 113.7 cc
  3. The ratio is compressing : 8.8: 1
  4. Cylinder x distance draws : 50 x57.9 mm.
  5. Dot system bursts : CDI
  6. Start system : electric starting
  7. Capacity fuel : 4.1 liter
  8. Lubricating oil capacity : 0.9 liter
  9. System sends the drive : V-Belt
  10. Carrying forward gears rate : 1.880~ 0.807
  11. The rate carries : 3.133/ 3.231
  12. Filter the air : paper
  13. Frame : steel
  14. W x Lx H : 705 x 1,830 x 1,050 mm
  15. Height : 745 mm
  16. Space of wheel : 125 mm
  17. Junction front/back wheels : 1,240 mm
  18. Weight : 91 kg./ 95 kg
  19. Front suspension : Telehydraulic
  20. Rear suspension : unit swing
  21. Disk brake (CT-115D, CA-115D) : disk brake/ drum brake
  22. Drum brake (CT-115C, CA-115C) : drum brake/ drum brake
  23. Front : 70/90- 14M/C34P
  24. Back : 80/90- 14M/C40P
  25. Electric front : 12 volt 32 watt/ 32 watt x 1
  26. Battery : The dry

Harga yamaha Fino di bandrol dengan harga Harga Yamaha Fino sendiri sampai saat ini YMKI belum merilis apapun, tetapi apabila kita ingin memilikinya kita harus import dari Thailand, dan harganya sendiri berkisar 27 jutaan. 
Yamaha Fino untuk Indonesia
Yamaha Fino untuk Indonesia 
http://sanggarseo.blogspot.com/2011/11/yamaha-fino-spesifaikasi-dan-harga.html
http://masdoe.com/spesifikasi-dan-gambar-yamaha-fino-2011.htm